Sidoarjo Kabupaten Pendidikan Inklusif

Tue, 01/29/2013 (All day)

Surabaya--Mendikbud Mohammad Nuh, Sabtu (26/1) siang bersama Bupati Sidoarjo Saiful Illah dan para pemangku kepentingan pendidikan di Sidoarjo mendeklarasikan Kab. Sidoarjo sebagai Kabupaten Pendidikan Inklusif.

Tekad sebagai Kabupaten Pendidikan Inklusif adalah salah satu program yang dicanangkan Bupati Saiful Illah, yang menginginkan di wilayahnya semua masyarakat tidak terkendala didalam mengakses dunia pendidikan.

 Mendikbud, Bupati Sidoarjo, dan Wakil Gubernur Jatim, menandatangani kain putih sebagai bagian dari pendeklarasian Sidoarjo sebagai Kabupaten Pendidikan Inklusif.

Dalam sambutannya, Mendikbud menjelaskan, pendidikan inklusif adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari program pendidikan untuk semua atau education for all . “Ini maknanya tidak boleh ada hambatan bagi masyarakat untuk mengakses dunia pendidikan. Tidak boleh karena alasan ekonomi, keterbatasan panca indera, kemudian anak tidak bisa sekolah. Semuanya harus sekolah dan pemerintah pusat serta pemerintah daerah harus menyediakannya,” katanya.

Atas dasar itulah, Mendikbud juga meminta kepada guru untuk tidak hanya mengajar dan mendidik, tapi juga mengamati satu per satu siswa di kelas, ketika tiba-tiba tidak hadir di sekolah. Guru harus mencari tahu penyebab anak didiknya tidak masuk ke sekolah. Jika karena faktor ekonomi, maka harus dicarikan jalan keluarnya melalui bantuan. “Semua anak yang dalam usia sekolah harus ‘dipaksa’ untuk sekolah, jika perlu dicari dan dikejar untuk masuk ke sekolah,” katanya.

Berkait dengan sekolah inklusif, di Jatim dari 38 kabupaten/kota sudah ada 25 kabupaten/kota yang diwilayahnya dilengkapi dengan sekolah inklusif. Sementara dari sekitar 300-an sekolah infkulsif untuk berbagai jenjang, 134 diantaranya ada di Kab. Sidoarjo. “Inilah kenapa Kab. Sidoarjo bersama Mendikbud kemudian mendeklarasikan Kab. Sidoarjo sebagai kabupaten pendidikan inklusif,” katanya Bupati Sidoarjo, Saiful Illah.

Diungkapkannya, peraturan daerah dan dukungan pendanaan melalui APBD pun sudah disiapkan untuk mewujudkan sebagai Kabupaten Pendidikan Inklusif. “Saya juga siap secara pribadi menghibahkan tanah untuk dibangun pusat pendidikan autis atau autis center,” katanya. (kem)