Perkuat Semangat Ke-ASEAN-an Melalui Pendidikan

07/05/2012 (All day)

Yogyakarta --- Sepuluh negara anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nation-ASEAN) berkontribusi sembilan persen atas populasi dunia. Dengan kondisi negara yang relatif statis dan aman, ASEAN memiliki potensi yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat global.

“Untuk itu komunitas ASEAN perlu dibangun dan diarahkan agar bisa berperan aktif dalam persaingan dunia,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam konferensi pers seusai membuka 7th ASED Meeting, di Yogyakarta (4/07).

Mendikbud mengatakan, di kalangan pemimpin ASEAN telah tumbuh rasa ke-ASEAN-an yang kuat. Sekarang, yang perlu didorong adalah semangat ke-ASEAN-an di masyarakat ASEAN. "Yang paling strategis adalah melalui pendidikan," katanya.

Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat ke-ASEAN-an ini adalah melalui ASEAN Curriculum Source Book yang telah diluncurkan hari ini, Rabu (4/07). Dalam buku tersebut ada lima fokus yang dibangun untuk menumbuhkan semangat ke-ASEAN-an siswa, mulai dari pengetahuan tentang ASEAN hingga nilai dari identitas ASEAN. "Kalau ASEAN solid, ada 10 negara, akan memberi dampak luar biasa," kata Menteri Nuh.

Mendikbud mengatakan, sebuah negara tidak bisa memilih tetangga, tapi bisa memilih teman. Karena tetangga negara-negara di Asia Tenggara ini sudah ditentukan, maka harus diperkuat hubungan pertemanannya. Ada jalur politik, ekonomi, dan yang tidak kalah penting adalah penguatan hubungan orang per orang. "Karena kata kuncinya ada di pendidikan. Itu yang harus didorong terus," ujarnya.

Menteri Pendidikan Brunai Darussalam, Pehin Abu Bakar Apong, mengatakan sebelumnya sudah ada inisiatif dari masing-masing negara untuk merapatkan hubungan melalui kerja sama bilateral atau multilateral. Abu Bakar mencontohkan, telah terjalin kerja sama antar sekolah antara Indonesia dan Brunai Darussalam. "Baru pekan lalu SMP Negeri  115 berkunjung ke Brunai," katanya. (AR)