Jamuan Makan Malam Peserta IAHA Kental Budaya Jawa
Solo --- Pertemuan Asosiasi Internasional tentang Kesejarahan Asia atau International Association of Historians of Asia (IAHA) ke-22 di Solo, dimanfaatkan juga untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada para delegasi. Pada hari kedua penyelenggaraan (4/7), peserta diajak mengunjungi Museum Batik Danarhadi untuk mengenal sejarah dan budaya Batik Solo. Kemudian malamnya, peserta menghadiri jamuan makan yang diadakan pemerintah Kota Surakarta, di Loji Gandrung.
Di Loji Gandrung, peserta mendapat suguhan berbagai budaya Jawa, mulai dari tarian, makanan, hingga musik. Awalnya, setibanya rombongan disambut dengan Tari Retno Kusumo. Tarian ini merupakan ungkapan selamat datang kepada para delegasi. Kemudian acara dilanjutkan dengan mendengarkan sambutan Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Suharto, mewakili Wali Kota Solo.
Sejumlah makanan tradisional disajikan bakmi godog, nasi goreng, sayur asem, dan makanan tradisional lainnya. Sambil menikmati jamuan dan beramah tamah, para peserta dihibur orkes keroncong Solo Manise.
Seorang delegasi IAHA dari Swiss, Sherly, memuji makanan dan tarian yang disajikan dalam jamuan makan malam. "Excellent," ujarnya. Ia juga menyukai musik keroncong yang mengiringi selama ramah-tamah dalam jamuan tersebut. Baru kali ini mendengar jenis musik seperti itu. "Sangat menarik," katanya. Ia pun berencana akan kembali mengunjungi Solo atau wilayah lain di Indonesia. (HNK)


