O2SN Ajang Mencari Embrio Atlet Berprestasi
Palembang --- Pendidikan olahraga memiliki tiga dimensi, yaitu dimensi rekreasi, olahraga, dan prestasi. Dalam konteks mencari bibit atlet, ketiga dimensi tersebut harus seimbang. Pencarian bibit juga harus dilakukan sejak dini yaitu di sekolah dasar SD dan SMP. “Semua embrionya dari dunia pendidikan,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, Suyanto, usai pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), di Palembang, Senin (9/07).
Suyanto mengatakan, dampak dari O2SN bagi siswa tidak hanya dalam bidang olahraga dan pendidikannya saja. Tapi mereka diajarkan untuk menghargai prestasi, memperkuat nasionalisme dan semangat NKRI. “Jika mereka kalah, tidak langsung menyerah,” katanya.
Para siswa yang mengikuti O2SN ini telah melalui seleksi dari sekolah hingga tingkat provinsi. Dalam ajang O2SN ini, mereka membawa nama provinsi masing-masing. Jika mereka menjadi juara dalam kompetisi nasional ini, mereka akan dididik untuk menjadi atlet nasional. “Bibit-bibit olahragawan yang kita pertandingkan disini harus dipicu dari daerah, mereka perlu latihan-latihan yang intensif,” katanya.
Direktur Pembinaan Sekolah Dasar, Ibrahim Bafadhal, mengatakan, Direktorat SD memiliki program pembinaan klub olahraga berbasis gugus SD. Klub tersebut diberikan bantuan untuk mengembangkan prestasi, dengan menggelar lomba antar klub dan antar atlet pelajar. “Dari O2SN bisa lahir bibit atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. (AS)


