Sendratari Ramayana di Candi Prambanan Tutup IAHA ke-22

07/10/2012 (All day)

Solo -  Penyelenggaraan International Association of Historians of Asia (IAHA) di Solo berakhir di hari ke-4, pada Kamis, (5/7). Suasana budaya tetap kental mewarnai malam penutupan IAHA ke-22 tersebut. Dalam sambutannya di malam penutupan, Ketua IAHA ke-22, Azyumardi Azra, mengucapkan selamat kepada Ketua IAHA yang baru, yaitu Tan Sri Haji Omar Muhamad dari Malaysia. "Saya tidak sabar ingin bertemu lagi di IAHA ke-23 pada 2014 di Kedah, Malaysia.

Bergantian memberikan sambutan, Tan Sri Haji Omar Muhamad pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua IAHA ke-23. "Acara IAHA ke-23 di Kedah, Malaysia, sangat cocok dan pas karena Kedah adalah sumber sejarah Malaysia," katanya.

Candi Prambanan dipilih sebagai lokasi malam penutupan IAHA ke-22. Staf ahli menteri bidang multikultural, Hari Untoro Drajat, dalam sambutannya, menceritakan tentang Candi Prambanan sebagai salah satu sejarah di Indonesia yang diakui UNESCO.

Usai mendengarkan sambutan dan menikmati hidangan makan malam, para delegasi IAHA dibawa ke sebuah pentas di Candi Prambanan, untuk menyaksikan sendratari Ramayana. Cerita Ramayana mengisahkan tentang perjalanan Rama dengan kekasihnya, Dewi Shinta, yang dibantu seekor kera putih bernama Hanoman, dalam kisah yang di-bab-kan, atau istilahnya disebut Kanda. Sendratari Ramayana tersebut berlangsung sekitar dua jam.

Bram, seorang delegasi dari Amerika Serikat, yang mengerti bahasa Indonesia, mengatakan, menyaksikan pentas Ramayana seperti menonton bioskop secara live, dengan properti yang nyata.  "Seperti latar belakang Candi Prambanan yang disinari bulan, sangat bagus. Hanya di Indonesia yg seperti ini," pujinya. (HNK)