Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional 2012 di Palangkaraya

08/10/2012 (All day)

Jakarta -- Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah akan menjadi tuan rumah peringatan hari aksara internasional (HAI) ke-47 di Indonesia. Peringatan HAI tahun ini menjadi istimewa karena tahun ini merupakan akhir Dekade Keaksaraan atau United Nations Literacy Decade (UNLD). Artinya, negara-negara akan memberikan laporan mengenai hasil pemberantasan buta aksara yang telah dilakukan. Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ella Yulaelawati menghimbau kepada pemerintah daerah untuk mempersiapkan data terbaru buta aksara. "Mudah-mudahan tahun ini buta aksara bisa tuntas," ujar Ella di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Sejak 8 September 1964, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Penetapan tersebut dilakukan untuk mengingatkan dunia tentang pentingnya budaya literasi. Sebagai upaya keberaksaraan, UNESCO mencanangkan UNLD pada skala internasional pada tahun 2003-2012. Dekade ini ditujukan untuk meningkatkan tingkat melek aksara dan memberdayakan seluruh masyarakat. Pada awal UNLD, tahun 2003, ada 15,41 juta orang buta aksara di Indonesia. Pada tahun 2010, jumlah itu menyusut menjadi 7,54 juta orang. Artinya, Indonesia lebih cepat melampaui target Millenium Development Goals (MDGs) yang menyepakati penurunan 50 persen buta aksara pada tahun 2015.

Tema Hari Aksara Internasional tahun 2012, untuk kegiatan di tingkat pusat adalah "Aksara Membangun Perdamaian dan Karakter Bangsa", sedangkan untuk kegiatan di daerah adalah "Melalui Peringatan Hari Aksara Internasional Ke-47, Kita Tingkatkan Nilai Ke-Indonesiaan yang Berbudaya Damai dan Berkarakter".

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut dan akan menyerahkan sejumlah penghargaan terkait dengan Hari Aksara Internasional. Anugerah dan penghargaan yang akan diberikan pada acara tersebut antara lain penghargaan untuk gubernur, bupati, dan walikota yang memiliki komitmen dan berhasil dalam pengentasan ketunaaksaraan. Selain itu akan diberikan penghargaan untuk pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) berprestasi, taman bacaan masyarakat (TBM) kreatif, dan lain-lain.

Sejumlah kegiatan pameran juga digelar di Palangkaraya berkaitan dengan puncak peringatan Hari Aksara Internasional tersebut. Selain itu akan digelar Seminar Internasional Keaksaraan Berbasis Bahasa Ibu, Teknologi Informasi dan Komunikasi di Hotel Atlet Century Park Jakarta dari tanggal 31 Oktober hinggan 3 November 2012 dan kegiatan Festival Taman Bacaan Masyarakat di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada waktu yang bersamaan. (NW)