Peringatan HUT RI di Kemdikbud Berlangsung Hikmat
Jakarta --- Dalam suasana puasa, pelaksanaan upacara Peringatan HUT ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Kementerian dan Kebudayaan tetap berlangsung penuh semangat dan berjalan hikmat. Sekitar 1.000 pegawai dari pejabat eselon I, II, III, IV dan staf mengikuti dengan saksama rangkaian upacara dengan pembina upacara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.
Upacara yang dihadiri mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro itu, diawali dengan pengibaran bendera merah putih, , dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, Penyematan Satyalencana Karya Satya , dan ditutup dengan pembacaan doa.
Dalam sambutannya, Menteri Nuh mengatakan peringatan kemerdekaan tahun ini, memiliki kesamaan suasana kebatinan sebagaimana pada saat Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, yakni sama-sama berada pada bulan Ramadhan. Saat itu kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 9 Ramadhan 1364 H. “Proklamasi kemerdekaan adalah bertemunya tekad dan perjuangan seluruh anak bangsa saat itu dengan kehendak Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Menteri Nuh.
Mendikbud mengajak peserta upacara untuk bersyukur sekaligus mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsa dan mendoakan, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kasih-sayang dan ampunan serta menempatkannya di tempat yang terbaik. “Bagi kita semua, mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganugerahkan taufik, hidayah, dan kekuatan untuk Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tuturnya.
Menteri Nuh yang mengenakan kopiah dengan jas cokelat tua dan berdasi merah itu mengatakan, setelah 67 tahun Indonesia merdeka, kita harus bersyukur karena banyak kemajuan dan capaian yang telah diraih di bidang politik dan keamanan, bidang ekonomi, dan bidang kesejahteraan rakyat.
Namun, kita harus tetap sadar dan lebih meningkatkan kemauan dan kemampuan kita karena ke depan masih banyak persoalan dan tantangan bahkan lebih kompleks yang harus kita selesaikan. “Dalam mewujudkan cita-cita proklamasi tersebut diperlukan sikap optimistis dan upaya kuat seluruh anak bangsa secara sistematik dan sistemik serta harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Menteri Nuh.
Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Negeri Tercinta, Jayalah Bangsaku dan Jayalah Negeriku. (ST)


