Peringatan HUT RI di Kemdikbud Berlangsung Hikmat

08/17/2012 (All day)

Jakarta --- Dalam suasana puasa, pelaksanaan upacara Peringatan  HUT ke-67 Kemerdekaan Republik Indonesia di  Halaman Kantor Kementerian dan Kebudayaan tetap berlangsung penuh semangat dan berjalan hikmat. Sekitar 1.000 pegawai dari pejabat eselon I, II, III, IV  dan staf mengikuti dengan saksama rangkaian upacara dengan pembina upacara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

Upacara yang dihadiri mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro itu, diawali dengan pengibaran bendera merah putih, , dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, Penyematan Satyalencana Karya Satya , dan ditutup dengan pembacaan doa.

Dalam sambutannya, Menteri Nuh mengatakan  peringatan  kemerdekaan  tahun  ini,  memiliki  kesamaan  suasana  kebatinan sebagaimana pada saat Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, yakni  sama-sama  berada  pada  bulan  Ramadhan. Saat  itu  kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 9 Ramadhan 1364 H. “Proklamasi kemerdekaan adalah bertemunya tekad dan perjuangan seluruh anak  bangsa  saat  itu  dengan  kehendak  Allah  SWT,  Tuhan  Yang  Maha Kuasa,” ujar Menteri Nuh.

Mendikbud mengajak peserta upacara untuk bersyukur sekaligus mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsa dan mendoakan, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kasih-sayang dan  ampunan serta  menempatkannya  di  tempat  yang  terbaik. “Bagi  kita semua,  mudah-mudahan  Tuhan  Yang  Maha  Esa  senantiasa menganugerahkan  taufik,  hidayah, dan  kekuatan  untuk  Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tuturnya.

Menteri Nuh yang mengenakan kopiah dengan jas cokelat tua dan berdasi merah itu mengatakan, setelah 67 tahun Indonesia merdeka, kita harus bersyukur karena banyak kemajuan dan capaian yang telah diraih di bidang politik dan keamanan, bidang ekonomi, dan bidang kesejahteraan rakyat.

Namun, kita harus tetap sadar dan lebih meningkatkan kemauan dan kemampuan kita karena  ke  depan  masih  banyak  persoalan dan  tantangan bahkan lebih kompleks yang harus kita selesaikan. “Dalam mewujudkan cita-cita proklamasi tersebut diperlukan sikap optimistis dan upaya kuat seluruh anak bangsa secara sistematik dan sistemik serta harus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Menteri Nuh.

Dirgahayu Republik Indonesia, Dirgahayu Negeri Tercinta, Jayalah Bangsaku dan Jayalah Negeriku. (ST)