Pelestarian Cagar Budaya Sesuai Skala Prioritas
Jakarta --- Cagar budaya sebagai sumber pengetahuan dan sejarah akan terus dilestarikan. Pelestarian dan pengembangan dilakukan sampai kapanpun sesuai skala prioritas. Demikian diungkapkan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemdikbud, Surya Helmi, saat menghadiri napak tilas kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Proklamasi, Jakarta (16/08).
“Tidak akan berhenti, pelestarian akan selalu ada sepanjang masa,” katanya. Bahkan, untuk memancing ketertarikan siswa berkunjung ke museum, pemerintah telah mencanangkan gerakan nasional cinta museum sejak tahun 2010.
Berbagai upaya mulai dari revitalisasi museum, penyelenggaraan acara yang menarik, hingga penambahan koleksi pun dilakukan. “Sebelum direvitalisasi tidak menarik seperti ini,” ungkapnya.
Surya menyebutkan, ada lima museum yang telah direvitalisasi dan berhasil menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Kelima museum tersebut adalah museum penyusunan naskah proklamasi, museum sumpah pemuda, museum kebangkitan nasional, museum pancasila, dan museum di Yogyakarta.
Museum yang baik adalah museum yang bisa menjadikan orang yang datang ke museum banyak pengetahuan. “Istilahnya, masuk bodoh, keluar pintar,” kata Surya. Dengan upaya-upaya yang dilakukan, kata Surya, tidak lain agar bagaimana generasi muda tahu dan mencintai museum. (HNK/RM)


