Prasasti Lansekap Budaya Bali Diresmikan

09/24/2012 (All day)

Bali --- Prasasti Lansekap Budaya Provinsi Bali Senin (24/9) diresmikan  Wakil Mendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, di Pura Tirta Empul Kabupaten Gianyar. Pengusulan lansekap budaya Bali untuk kategori "cultural lanscape" yang memerlukan waktu cukup lama yaitu 12 tahun, membuat perayaan hari ini menjadi saat yang sangat disyukuri oleh masyarakat Bali dan Pemerintah Indonesia.

Tidak hanya berhenti pada peresmian prasasti namun diperlukan beberapa rencana aksi sebagai bentuk tidaklanjut pelestarian warisan budaya Subak ini, ujar Wiendu. "Pertama perlu program perlindungan terhadap budaya Subak, baik yang sifatnya kasat mata (benda) ataupun tidak kasat mata (tak benda)," ujarnya menambahkan. Termasuk pemaknaan terhadap manifestasi dari filosofi Tri Hita Karana, yaitu konsep kehidupan menjaga kearifan-kearifan lokal dan keseimbangan hubungan antara hubungan manusia dengan manusia, alam, dan tuhan.

Kedua, program pengendalian dan perlindungan kualitas lingkungan. "Pura berperan sebagai salah satu titik pengendali yang sangat penting dari tata kelola pembagian air," jelas Wiendu. Selain itu, dari budaya Subak dapat dipetik pelajaran mengenai budaya demokrasi. Budaya Bali merupakan sumber kekuatan budaya demokrasi dan merupakan budaya tertua sejak ribuan tahun lalu yang termanisfestasi melalui tata kelola pengairan. "Jadi demokrasi itu bukan diambil dari budaya luar, melainkan menggali budaya kita sendiri," jelas Wamendikbud.

Wiendu juga menuturkan pentingnya program-program guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali, program perlindungan untuk pengembangan berkelanjutan, maupun program pembangunan sarana prasarana. "Sinergi berbagai kementerian membentuk responsible tourims sehingga akan menempatkan pariwisata sebagai instrumen untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," tambahnya. [FA]