Dinas Pendidikan Kota Depok Sudah Fasilitasi Mediasi SMP Budi Utomo

Thu, 10/18/2012 (All day)

Depok --- SAS, siswi SMP Budi Utomo Depok, kembali masuk sekolah pada Senin, 8 Oktober lalu, setelah tiga minggu absen tanpa kabar. SAS adalah siswi yang diberitakan diusir dari sekolah karena menjadi korban perbuatan asusila. Namun tindakan pengusiran itu dibantah oleh pihak sekolah, melalui Renata Parhusip, Kepala Sekolah SMP Budi Utomo Depok. Dinas Pendidikan Kota Depok pun sudah memfasilitasi mediasi antara SMP Budi Utomo dengan SAS dan orang tuanya.

Mediasi yang berlangsung pada 9 Oktober lalu itu dihadiri orang tua SAS, Kepala Sekolah SMP Budi Utomo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), DPRD Komisi D Kota Depok, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Depok, dan Sekretariat Daerah Kota Depok Bagian Sosial.

Mediasi tersebut menghasilkan kesepakatan sebanyak tiga poin utama. Pertama, tidak benar bahwa SAS, siswi kelas IX-3 SMP Budi Utomo Depok, dikeluarkan dari sekolah. Kedua, SMP Budi Utomo bertanggungjawab sepenuhnya atas kelangsungan belajar dan menjamin psikologi SAS selama belajar di SMP Budi Utomo. Ketiga, SMP Budi Utomo selalu siap koordinasi dengan orang tua SAS dan pihak lain.

Namun dalam mediasi itu, orang tua SAS menolak menandatangani berita acara mediasi. Alasannya, mereka harus berkoordinasi dahulu dengan KPAI. Hingga kemarin, (17/10), saat tim portal Kemdikbud melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kota Depok, berita acara mediasi belum juga ditandatangani mereka. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Depok, Didi Suryadi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan terhadap keluarga SAS.

Pihak SMP Budi Utomo Depok juga memfasilitasi SAS untuk mengikuti UTS susulan di rumahnya, dengan pendampingan salah satu guru sekolah dan dari Komite Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPA) Kota Depok. Kemudian pada 16 Oktober 2012, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdik Kota Depok bertemu dengan Kepala Sekolah SMP Negeri di Depok untuk menawarkan perpindahan SAS ke sekolah tersebut. Tawaran perpindahan ini untuk mengobati kondisi psikologis SAS, jika trauma bersekolah di SMP Budi Utomo. Namun hingga kemarin siang, (17/10), saat tim portal Kemdikbud melakukan konfirmasi ke Dinas Pendidikan Kota Depok, keluarga SAS belum memberikan respon atas tawaran tersebut. (JS, DM)

Foto: suara-publik