Gresik Respons Positif Kurikulum 2013

Minggu, 20/01/2013

Gresik--- Sebanyak 300 orang dari satuan pendidikan di Kabupaten Gresik memadati Auditorium Pusat Penelitian Semen, Gresik, Jawa Timur, untuk mengikuti sosialisasi kurikulum 2013, Sabtu (19/01). Sosialisasi ini dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, didampingi oleh Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sutjipto dan Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Ramon Mohandas, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Ahmad Jazidie, Rektor ITS Triyogi, dan Kepala LPMP Jawa Timur Salamun.

Mengawali sosialisasi tersebut, Mendikbud menjelaskan beberapa hal yang menjadi alasan dilakukan pengembangan kurikulum. Lonjakan penduduk usia produktif di Indonesia pada 2010-2035, merupakan momentum yang tepat untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten. Seiring dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan kebutuhan zaman mendorong kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten sesuai zamannya. Untuk itu dibutuhkan fondasi yang kuat yang berakar kepada kualitas pribadi penduduknya. Fondasi yang dimaksud adalah fondasi keilmuan dan sikap. Dari sisi keilmuan, dengan kurikulum 2013 ini, siswa akan diajak untuk observasi, bertanya, nalar, dan membangun jejaring. "Kalau sudah kuat (pribadinya), mau dibentuk apa saja mereka sudah siap," kata Mendikbud. 

Dari sisi sikap, yang paling penting adalah menanamkan kejujuran. Karena akar penyakit sosial adalah ketidakjujuran, dan awal dari kesuksesan adalah kejujuran. Setelah mendengarkan paparan Mendikbud, peserta dengan antusias menanyakan beberapa hal yang masih belum dipahami. Seperti misalnya bagaimana nasib guru TIK yang mata pelajarannya ditiadakan dalam kurikulum 2013, dan bagaimana efek terhadap pengurangan jam mengajar guru SMA? Mendikbud menjawab, untuk guru TIK, mereka merupakan lulusan yang berlatar belakang tidak murni TIK. Mereka bisa memilih menjadi guru sesuai latar belakang pendidikan mereka. Sedangkan untuk jam mengajar yang berjumlah 24 jam tatap muka, kemungkinan akan berubah.  Rumusnya, penilaian yang dilakukan adalah kombinasi dari penilaian proses dan output. "Capaian yang diperoleh anak menjadi portofolio sang guru," kata Menteri Nuh.

Mendikbud menambahkan, guru yang sudah memperoleh sertifikasi tidak akan dihapus tunjangannya. Akan tetapi jam mengajarnya disesuaikan dengan kebutuhan, dan diperoleh dari mata pelajaran mayor dan ada mata pelajaran minor. Dalam kurikulum 2013 ini, guru tidak lagi disibukkan dengan tugas-tugas membuat silabus mata pelajaran. Tugas guru adalah benar-benar mendidik siswanya agar kreatif dan inovatif dengan buku panduan yang disiapkan oleh pemerintah. Dalam buku tersebut juga disiapkan materi ajar yang memperkuat ikatan emosional antara guru dan siswa. "Guru tidak hanya menyelesaikan menyampaikan materi saja, tapi ada personal attachmentnya," kata Menteri Nuh.

Secara keseluruhan, peserta yang hadir dalam sosialisasi ini menyambut baik adanya kurikulum 2013. Berbagai hal yang sempat membuat bingung karena informasi yang mereka dapat belum lengkap selama ini, telah terjawab. Dan akhirnya Mendikbud berpesan kepada para guru dan kepala sekolah di Gresik, agar mengutamakan keutuhan informasi dalam setiap hal, dan guru sebagai pendidik agar tidak terjebak dalam transaksi profesi. "Guru itu bukan profesi biasa, jadi jangan sampai terjebak dalam transaksi profesi," tandasnya. (AR)

Berita dan Opini Terkait Kurikulum 2013